Friday, October 16, 2009

Trix - Close To You

Close To You
Trix

You're the ship of my horizon
you're my harbour in the storm
you're my lifeline
you're the anchor
so hold me closer and give me warmth

I’ll do anything to keep me close to you
Oh darling you look thru me
You know what love's about

I'll do anything to keep me close to you
Oh darling you ring to me
Tell me inside out

Love me tender love me true
Hold me closer up to you
Baby I'll do anything to keep me close to you
oh close to you is where i wanna be

Away from you i feel so empty
close to you i come alive
feel excitement deep inside me
whenever i look in your eyes in your eyes

I'll do anything to keep me close to you
oh darling you look thru me
you know our love survive

I'll do anything to keep me close to you
Oh darling you ring to me
Tell me inside out

Love me tender love me true
Hold me closer up to you
Baby I'll do anything to keep me close to you
oh close to you is where i wanna be

Sunday, February 8, 2009

Love your job, but never fall in love with your company

An interesting speech delivered by a CEO of a premier IT company in India during an employee session with another IT company in India. He is incidentally one of the top 50 influential people in Asia according the latest Asiaweek publication. He is also the new IT advisor to the Thai Prime Minister.

Extract of Mr. Narayana Murthy’s Speech during Mentor Session:

LOVE YOUR JOB, BUT NEVER FALL IN LOVE WITH YOUR COMPANY BECAUSE U NEVER KNOW WHEN COMPANY STOPS LOVING YOU - Narayana Murthy

I know people who work 12 hours a day, six days a week, or more. Some people do so because of a work emergency where the long hours are only temporary. Other people I know have put in these hours for years. I don’t know if they are working all these hours, but I do know they are in the office this long.

Others put in long office hours because they are addicted to the workplace.

Whatever the reason for putting in overtime, working long hours over the long term is harmful to the person and to the organization.

There are things manager can do to change this for everyone’s benefit. Being in the office long hours, over long period of times, makes way for potential errors. My colleagues who are in the office long hours frequently make mistakes caused by fatigue. Correcting these mistakes requires their time as well as the time and energy of others. I have seen people work Tuesday through Friday to correct mistakes made after 5PM on Monday.

Another problem is that people who are in the office long hours are not pleasant company. They often complain about other people (who aren’t working as hard); they are irritable, or cranky or even angry. Other people avoid them. Such behavior poses problems, where work goes much better when people work together instead of avoiding one another.

As Managers, there are things we can do to help people leave the office.

First and foremost is to set the example and go home ourselves. I work with a manager who chides people for working long hours. His words quickly lose their meaning when he sends these chiding group emails with a time-stamp of 2am. Sunday.

Second is to encourage people to put some balance in their lives. For instance, here is a guideline I find helpful:

1) Wake up, eat a good breakfast and go to work.

2) Work hard and smart for eight or nine hours.

3) Go home.

4) Read the books/comics, watch a funny movie, dig in the dirt, play with your kids, etc.

5) Eat well and sleep well.

This called recreating. Doing Steps 1, 3, 4 and 5 enable 2.

Working regular hours and recreating daily are simple concepts. They are hard for some of us because that requires ‘personal change’. They are possible since we all have the power to choose to do them. In considering the issue of overtime, I am reminded of my oldest son.

When he was a toddler, if people were visiting the apartment, he would not fall asleep no matter how long the visit, and no matter what time of day it was.

He would fight off sleep until the visitors left, It was as if he was afraid that he would miss something. Once our visitor’s left, he would go to sleep.

By this time, however, he was over tired and would scream half the night with nightmares. He, my wife and I, all paid the price for his fear of missing out.

Perhaps, some people put in such long hours because they don’t want to miss anything when they leave the office. The trouble with this is that events will never stop happening. That is life. Things happen 24 hours a day.

Allowing for little rest is not ultimately practical. So, take a nap. Things will happen while you’re asleep, but you will have the energy to catch up with you awake.

Hence, “LOVE YOUR JOB BUT NEVER FALL IN LOVE WITH YOUR COMPANY”.

Thursday, April 3, 2008

Allahku Yang Setia

Artist: Rony Daud Simeon

Sekalipun kuberjalan, lewat lembah kelam
namun tanganMu selalu menopang hidupku

Saat kudalam ketakutan, Kau hadir disisiku
Kau berkata "Jangan Takut" Kau briku ke'mnangan

Reff.
Kaulah Tuhan yang berjanji tak sekalipun Kau ingkari
kesetiaanMu sungguh terbukti disepanjang hidupku
Tuk slamanya ku kan setia melayani mengasihiMu
tiada Tuhan sepertiMu Yesus,
Kau Allahku yang setia

Sunday, February 24, 2008

Sebuah Renungan Untuk Buah Hati Tercinta

Buah hati kita,mereka begitu mendamba perhatian dan kehadiran kita. Namunmereka tak pandai merangkai kata tuk mengungkap cinta. Mereka juga tidakmengerti cara membisikkan rasa rindunya.

Kalau Anda seorang ayah pasti sering mendengar kalimat-kalimat berikut ini: “Ayah, aku sudah mandi”. ”Aku sudah belajar lho, Pa,”. Apa aku boleh ikut abi pergi?” Kalau bapak pulang, bawakan aku es krim ya?” Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimanakah respon kita saat itu? Apakah tanggapan kita seindah binar mata mereka? Apakah sikap kita semanis senyum mereka? Apakah jawaban kita sebesar harapan mereka?

Kalau kita seorang ayah, sungguh anak-anak kita itu memerlukan senyum gagah kita. Mereka juga membutuhkan belaian sayang kita. Buah cinta kita itu selalu merindu dekapan mesra kita. Yakinlah Anda bahwa tutur kata manis kita amat berarti bagi hatinya. Oleh-oleh yang kita hadiahkan begitu bermakna bagi jiwa mereka. Ketika kita mengajak mereka bepergian rasa bangga memenuhi ruang-ruang kalbunya.

Tentang buah hati kita itu, kekasih Allah, teladan kita, guru tentang cinta & kasih sayang kita, Rasulullah saw bersabda untuk kita para ayah, ”Cintailah anak-anak dan kasih sayangilah mereka. Bila menjanjikan sesuatu kepada mereka, maka tepatilah. Sesungguhnya yang mereka ketahui hanya kamulah satu-satunya yang memberi mereka rezeki”. Dalam riwayat lain dikisahkan ada seorang Arab Badui yang menemui Rasulullah saw dan berkata, ”Mengapakah engkau menciumi anak-anak kecil, sedang kami tidak pernah melakukannya?” maka Rasulullah saw bersabda, ”Apakah kamu tidak takut bila Allah swt. menyabut rasa kasih sayang dari lubuk hatimu?”.

Bagi anak-anak, kita para ayah adalah pahlawan. Menurut mereka kita adalah sosok gagah yang menentramkan hati mereka. Buah hati kita itu amat bangga terhadap keperkasaan kita. Mereka begitu mendamba perhatian dan kehadiran kita. Namun mereka tak pandai merangkai kata tuk
mengungkap cinta. Mereka juga tidak mengerti cara membisikkan rasa rindunya. Mereka mencintai kita para ayah dengan bahasa yang sering tak mampu kita mengerti. Mereka menyayangi kita dengan gaya yang sering tak bisa kita pahami. Karena itu kita sering tak menyadari bahwa ada makhluk-makhluk kecil yang begitu mencintai dan membutuhkan kita.

Saat mereka mendekat, kita sering merasa terusik. Ketika mereka mengajak bicara, kita sering merasa terganggu. Waktu mereka bertanya, sering hati kita merasa tak nyaman. Tangisan mereka seperti suara petir bagi telinga kita. Teriakan mereka bagai badai yang menerjang jiwa kita. Padahal seperti itulah cara anak-anak mencintai kita. Begitulah cara mereka menyayangi kita. Dengan cara seperti itulah mereka ingin menyampaikan bahwa mereka amat membutuhkan kita. Hanya cara seperti itulah yang mereka mengerti untuk menyentuh cinta kita.

Boleh jadi kita belum mampu menjadi ayah yang indah untuk anak-anak kita. Saat mereka menangis kita malah membentaknya. Ketika mereka bertanya kita tidak menggubrisnya. Waktu mereka belajar, kita tidak ada di sisi mereka. Mereka sakit tanpa ada kita di sisinya. Mereka sedih tanpa ada yang menghiburnya. Mereka jarang kita belai. Mereka jarang kita cium. Kadang pekerjaan kita membuat kita tak menyadari bahwa ada yang menanti-nanti kedatangan kita hingga tertidur di depan pintu

Sudah tiba saatnya bagi kita para ayah untuk mengerti bahasa cinta anak-anak kita. Kita harus memahami gaya mereka dalam mencintai kita. Dengan demikian kita bisa menjadi seperti yang mereka pinta. Kita mesti berupaya menjadi seperti yang mereka harapkan. Kita harus menjadi pendengar yang menyenangkan saat mereka berbicara. Ketika mereka mendekati kita sehasta, kita mendekati mereka sedepa. Sewaktu mereka menangis, kita akan mendekapnya dengan penuh cinta. Kita juga tak akan pernah lelah tuk berbisik mesra, ”Nak, ayah mencintaimu,”.

Dikutip dari:Ust. Hamy Wahyunianto

PS: Taken from spindoctor@Kaskus

Thursday, November 1, 2007

Kegelisahan hatiku

Ketika aku sedang putus asa, ketika masa depan ku tak menentu, Engkau ya Allahku, menegurku karena telah mengacuhkan MU. Engkau sungguh sayang padaku. Engkau mendidik ku. Dan aku pun berkata pada diriku sendiri, tidak akan marah walaupun apa yang ku harapkan pada MU tidak dikabulkan.

Tapi engkau Allah yang Maha Baik, Maha Pengasih. Engkau mendengarkan seruanku. Engkau menjawab doa-doa ku. Untuk semua berkat Mu, ku ucapkan terima kasih. Ku kan memuji dan menyembah Mu dengan sepenuh hatiku.

Trima kasih Bapa atas semua kebaikan MU. Terpujilah nama MU selama-lamanya.

Friday, August 17, 2007

Menanti kelahiran anak ke dua

Bapa,

Aku memohon kepadamu, tunjukanlah kemurahanmu agar supaya anak ku yang ke dua ini, bisa terlahir dengan sempurna. Aku hanya dapat berharap bahwa Engkau akan memberkati anak ku, menenunnya dengan sempurna, tidak ada sakit penyakit yang hinggap pada dia.

Dengarkan lah seruan hatiku ini ya Bapa! Agar hanya nama MU sajalah yang di muliakan di seluruh bumi. Amin.

Monday, August 6, 2007

Mujizat itu nyata!

well, bulan kemarin gue masih nganggur. Tapi kuasa Tuhan itu nyata dalam hidup ini...

gue pernah berdoa kalau gua minta kerjaan dgn kriteria sbb:

1. Deket ama rumah
2. Gaji yang sesuai
3. Kerjaan nya mirip ama hobby gue

akhirnya awal bulan ini, gue dapet kerjaan sesuai dengan kriteria diatas.. di tambah lagi gue dapet fasilitas yang sebelum nya cuman bisa gue minta didalam hati ajah.

sungguh besar kuasa Tuhan Allah. Puji Tuhan. Haleluya!!